Text
Muhammad Al-Fatih 1453
Kutipan diatas adalah kalimat pembuka di buku yang akan di ulas, Muhammad Al-Fatih 1453. Kalimat pembuka yang berisi inti dari semua yang dijelaskan di buku setebal 319 Halaman. Buku yang ditulis dari seorang ustadz sekaligus penulis yang hobi melakukan perjalanan dan mempelajari kisah-kisah Turki- Utsmani. Buku yang ditulis oleh Felix Y. Siauw. Jujur aja deh ya, buku ini tuh kalo menurutku termasuk tipis untuk buku sejarah. Eh tapi keren tau, sejarah nya bisa di bungkus jadi sebuah cerita di sebuah buku yang setebal 319 halaman ini. Pemilihan kata yang ditulis di buku ini juga enak banget buat dibaca, santai, tapi ada bantuan kata baku nya di bagian yang emang dia itu lagi serius. Enak deh pokoknya, ada seriusnya, ada santai nya juga.
Kota Konstatinopel, atau yang sekarang dikenal dengan Istanbul adalah kota yang menjadi bisyarah (janji) dari Nabi Muhammad SAW. Janji itu turun-temurun sampai akhirnya sampai kepada Muhammad Al-Fatih, seorang sultan Mehmed II. Ia memiliki niat besar untuk menaklukkan kota yang di janji-kan oleh Nabi. Namun, banyak rintangan yang harus dilalui oleh Al-Fatih. Salah satunya adalah tembok Konstatinopel yang tidak pernah ditembus oleh penakluk lain selama 12 abad Lamanya. Namun Sultan Mehmed II tetap akan menaklukkan kota ini. Percobaan yang selalu gagal, mendorong para penasihat untuk memaksa sultan menghentikan penaklukan. Ketakwaan dan Kesabaran, serta pantang menyerah membuat Konstatinopel berhasil di taklukan oleh Al-Fatih pads tanggal 29 Mei 1453.
Didalam buku ini terdapat ilustrasi berwarna hitam-putih yang terkadang menghalangi teks. Buku ini tidak bisa dijadikan hiburan bagi anak-anak karena ini adalah buku sejarah, buku yang visual nya mungkin ga cocok untuk anak-anak. Namun, sejarah yang ditulis di buku ini sangat menarik. Penggunaan bahasa yang
santai, dan sebagian baku. Buku ini sangat memotivasi. Banyak sekali motivasi dan pesan-pesan yang tersirat, mengajak para pembaca untuk berpikir. Dalam buku ini juga terdapat peng-ibaratan yang dapat membuat pembaca merasakan apa yang sedang terjadi. “Ledakan dan dentuman akan terdengar seperti guntur yang dapat memekakkan telinga,” adalah contoh peng-ibaratan yang bermaksud suara yang sangat keras. Sampul dibuku ini sangat amaizing, tekstur buku nya sangat halus. Warna kertas yang ala-ala sejarah, hingga ilustrasi yang berfungsi sebagai penjelas dari teks. Buku ini cocok bagi mereka yang senang dengan sejarah dan bagi orang yang ingin mengambil banyak amanat atau motivasi.
| I00014S | 200 FEL m | PERPUSTAKAAN 222 (3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain